ada apa dengan Greeny?
That’s a retorical question!
Pertanyaan seperti ini acap kali membuat kita berpikir kembali. Kenapa mesti “hijau”?
Yap, hijau adalah simbol kesuburan, pemandangan indah, sehat, nyaman, adem, dan seabreg makna yg lain yg intinya adalah hijau itu sendiri.
Jaman sekarang orang udah banyak yg tidak peduli dengan lingkungannya. Sebagai contoh kecil, membuang sampah di sembarang tempat, merusak kebun, membuat asap kendaraan, dan sejagat kegiatan jorok dan menjijikan.
Belum lagi, pada kasus-kasus besar yg terjadi. Penebangan hutan, pembuatan gedung-gedung bertingkat, ug menurutku gak berguna, pembangunan pabrik dan industri, dan lain sebagainya. Mugkin klo disebutin bakal gak muat di halaman blog ini. Dan pernahkah manusia memikirkan hal ini?
Seharusnnya sebagai makhluk yg katanya makhluk paling mulia, paling sempura, dan paling beradap, manusia haruslah memperhatikan hal itu. Jangan baru ada masalah aja, baru bertidak. Contohnya, sekarang ketika isu Global Warming melanda, manusia kebingungan berlomba bertanya “apa yg mesti kita lakukan?”
Sungguh ironi memang. Tapi itulah manusia.
Kini saatnya kita bertindak. Apa yg bisa kita lakukan untuk membenahi bumi yg udah tua ini. Jangan sampe kita tersadar ketika semua udah terlambat. Yah, walopu saat ini udah bisa dikataka terlambat sih, tapi setidaknya kita tidak memperparah keadaan. Da aku yakin, klo kita berusaha sekuat tenaga, pasti bisa. Bukankah tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini?
Masalah apa yg mesti kita lakukan untuk ikut menghijaukan bumi ini, itu tergantung kemampuan kita masing-masing. Sebagai contoh, membuang sampah pada tempatnya, menanami halaman dgn bunga-bunga, menanam pohon di sepanjang jalan di sekita rumah, hingga menerapkan “love pedistrian”pun bisa jadi solusi. Sepeda ria juga pilihan yg oke. Tidak harus selalu naik sepeda sih, klo deket-deket aja. Ini klo kita peduli loh.
Apapun yg kita lakukann guna memperhijau-kembali ato istilah aku menyebut “revirginity” bumi kita, akan berdampak hal positif yg luar biasa, dan coba bayangkan, betapa indahnya ketika kita berada di tepi danau, di bawah hijaunya tumbuhan besar, dengan suara gemericik air terterpa sirip ikan, hmm . . .
Yakinlah, kita masih bisa menyelamatkan bumi kita yg udah diambang kehancuran ini.